• Headlines News :
    Tampilkan postingan dengan label Cerita Dongeng. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Cerita Dongeng. Tampilkan semua postingan

    Persahabatan Ular dan Buaya

    Pada suatu hari ada seekor ular dan buaya,mereka bersahabat di mana ada ular pasti ada buaya dan begitu pula dengan buaya. Pada suatu hari ada seorang pemburu ingin menangkap sang ular untuk dijadikan tas dari kulit nya itu, buaya itu mengetahui bahwa ular akan di jadikan mangsa oleh sang pemburu, melihat sahabat nya ingin di jadikan mangsa ia tidak tega, buaya berkata kepad ular “wahai sahabat ku berhati-hati lah karena kamu akan di jadikan mangsa oleh pemburu itu!”,
    “apa?”(ia terkejut)………jawab ular.
    “Iya, kmu akan di jadikan tas karena kulit mu yang bagus itu” kata sang buaya kepad sahabat nya itu. Akhirnya buaya berhati hati tapi taqdir berkata tidak. Sang pemburu itu cerdik, ketika ular tertidur pulas ,ular di tangkap dan ingin di jadikan tas dari kulitnya itu. Keesokan hari nya sang buaya menunggu sang ular di sungai tetapi aneh nya ular tidak datang juga.

    “ular kmna sih kmu? apa jangan-jangan kamu masih tidur?” kata sang buaya dalam hati. Dan akhirnya buaya meminta tolong kepada burung pipit untuk melihat sang ular apakah masih tidur atau tidak. Lalu burung pipit langsung pergi untuk melihat sang ular ternyata sang ular tidak ada di lubang nya, burung pipit segera pergi kembali kepada sang buaya ia berkata ” wahai buaya sahabat mu tidak ada di kandang nya”,
    buaya menjawab ” kemana dia hai burung pipit??,apa jangan-jangan?” dia di tangkap oleh pemburu itu??.

    Beberapa menit kemudian ada seekor kera datang kepada buaya,
    kera berkata ” hai buaya sahabatmu tadi di bawa oleh sang pemburu “,
    buaya menjawab” mengapa kamu tdk bilang dari tadi kera skrng terlambatlah sudah aku menyelamatkan sahabat ku”,
    buaya menyesal sekali karena tdk bisa menolong sahabatnya, air mata tak henti bercucuran dari matanya ia sngat bersedih sekali karena tidak bisa menolong sahabatnya. kini ia sndri tanpa ular meskipun banyak temannya hanya ular yg mau mengerti persaan sang buaya. Sampai akhir hayatnya ia terus menyesal.

    Dikirim oleh:

    Wiwi Komalasari (Subang-Jawa Barat)

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Rakyat: Asal-Usul Kota Baturaden (Jawa Tengah)


    Pada zaman dahulu kala di tanah Jawa, hiduplah seorang pemuda bernama Suta. Dia adalah seorang pembantu di Kadipaten Kutaliman, Banyumas, Jawa Tengah. Tugasnya merawat kuda serta membersihkan istal (kandang kuda). Kuda milik Adipati menjadi tanggung jawabnya.

                    Suta adalah seorang pekerja keras dan jujur. Oleh karena itu, ia tidak pernah mendapatkan masalah selama bekerja di Kadipaten. Suatu hari, seperti biasa setelah mengurus kuda Adipati Kutaliman, Suta berkeliling Kadipaten. Dia senang berjalan-jalan untuk melepas lelah sekaligus mengenal lingkungan tempatnya bekerja. Kadipaten yang luas tentu tidak dapat ia kelilingi dalam satu kali perjalanan. Maka setiap hari pemuda sederhana ini akan berjalan di lokasi berbeda.

                    Suta baru saja melewati sebuah pohon mangga ketika ia mendengar jeritan seorang perempuan. Dia pun berlari menuju sumber suara. Tampaklah seekor ular besar di balik pohan mahoni sedang membuka lebar-lebar mulutnya, dan siap memangsa seorang perempuan di hadapannya. Perempuan itu berdiri kaku dengan wajah pucat pasi.

                    Meskipun sempat takut melihat ular yang demikian besar, namun tanpa berpikir panjang Suta bergerak maju mendekat. Dia berusaha menolong perempuan yang tak berdaya itu. Pengurus kuda Adipati ini memang bukan seorang pemain pedang yang hebat, tetapi tekad kuat melawan ular besar itu membuatnya berani menghadapi ular itu. Dengan susah payah pemuda kurus itu menaklukkan sang ular. Cabikan dan sabetan pedangnya akhirnya berhasil mematikan hewan berbisa itu.

                    Seketika pula perempuan yang hampir dimangsa ular itu jatuh tergolek dan pingsan di tanah. Seorang emban (inang pengasuh) membopongnya ke sisi pendopo tak jauh dari pohon mahoni. Suta pun mendatanginya. Ia terkejut ketika mengetahui siapa yang telah dia selamatkannya tadi. Ternyata perempuan tersebut adalah putri Adipati Kutaliman.

                    Sebagai salah satu penghuni kadipaten, Suta sebelumnya sudah sering mendengar tentang kecantikan dan kehalusan budi pekerti putri Adipati. Tetapi, tak pernah jua dia bertemu. Dia sangat bahagia dapat bertatapan langsung dengannya. Sang putri sangat berterima kasih pada Suta yang telah menyelamatkan nyawanya.

                    Sejak peristiwa tersebut, Suta dan putri Adipati menjadi akrab. Mereka sering bertemu dan mengobrol. Lama-kelamaan mereka menjadi saling menyayangi. Hingga akhirnya Suta memberanikan diri melamar sang putri kepada ayahnya, Adipati Kutaliman.

                    Adipati sebelumnya sudah mendengar kabar kedekatan putrinya dengan si pengurus kuda. Namun, dia tak mengira Suta akan nekat melamar putrinya, mengingat status sosial keduanya yang jauh berbeda. Ketika suta mengutarakan niatnya, Adipati murka. Dia merasa terhina. “Kuu ini seorang batur (pembantu). Tak pantas kau berdampingan dengan putriku,” katanya.

                    Kemudian Adipati memerintahkan pengawal untuk memenjarakan abdinya tersebut di penjara bawah tanah. Suta dinilai lancang karena berani meminang putri Adipati.

                    Mengetahui hal itu, sang putri pun sedih. Dia tak menyangka bila ayahnya akan sangat marah. Apalagi Suta tak pernah di beri makan dan minum selama ia berada di dalam penjara yang lembap, gelap dan, pengap. Hatinya perih mengetahui pria yang dicintainya itu menderita.

                    Putri Adipati kemudian menyusun rencana. Dia meminta bantuan seorang emban kepercayaannya untuk mengeluarkan Suta dari penjara bawah tanah. Sementara itu ia menunggu bersama kudanya di salah satu sisi di Kadipaten. Rencana pun dilaksanakan pada suatu malam, si emban mengendap-endap menuju penjara bawah tanah. Dia berhasil melewati penjaga yang tertidur karena memakan kue yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Emban pun menemui Suta.

                    Di dalam sel, Suta terkapar lemah. Badannya yang semula kurus menjadi makin kurus. Dia juga menggigil. Emban memberinya pakaian. Mereka kemudian keluar dan mendatangi putri Adipati yang sudah berpakian layaknya warga desa.

                    Suta dan Putri menaiki kuda dan melaju ke luar Kadipaten. Untunglah malam itu sangat gelap pekat sehingga sulit mengenali mereka berdua. Putri memacu kudanya semakin kencang.  Dia mengarahkan kudanya kearah selatan lereng Gunung Selamet.

                    Ketika hari beranjak siang, mereka lelah dan beristirahat di dekat sungai. Putri baru menyadari bahwa Suta sedang sakit demam, dia pun merawat suta dengan penuh kasih sayang. Karena kesabarannya, Suta pun berangsur pulih.

                    Suta dan Putri menyukai lokasi tempat mereka berada. Hawa yang sejuk serta pemandangannya yang asri membuat mereka jatuh cinta. Akhirnya mereka menikah dan membina keluarga di sana. Kini tempat tersebut di kenal dengan nama Baturaden yang artinya pembantu dan bangsawan.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Dongeng: Boneka Kue Jahe


    Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami-istri. Mereka sudah tua, dan hidup mereka bahagia. Namun, ada satu hal yang kurang dalam kehidupan mereka. Mereka tidak kunjung di karuniai seorang anak. Padahal, kakek-nenek tersebut sudah menantikan kehadiran seorang anak ditengah-tengah mereka.

               Suatu hari Nenek membuat adonan kue jahe. Salah satu adonannya di bentuk menyerupai seorang anak laki-laki, lalu dimasukkanlah adonan tersebut ke dalam oven. Dia dan suaminya bersama-sama menunggu kue matang. Sesekali, Nenek membuka oven untuk memeriksa apakah kuenya sudah matang. Namun, betepa terkejutnya mereka ketika kue jahe yang berbentuk anak laki-laki itu melompat keluar dari oven. Kue itu berlari dengan lincah, secepat yang ia bisa. Kakek dan Nenek pun langsung mengejarnya.

                    Boneka kue jahe itu berlari dan berlari sedemikian cepat, sehingga Kakek dan Nenek tidak mampu mengejarnya. Kue jahe pun tiba di sebuah lumbung padi di mana terdapat beberapa penggilingan padi di dalamnya. Boneka kue jahe itu pun memanggil penggilang padi dengan berkata:

                    Sang kakek tak berhasil menangkapku

                    Sang nenek juga tak berhasil menangkapku

                    Bisakah kau menangkapku?

                    Lalu dia berlari lagi dengan si penggillingan padi yang mengejarnya di belakang. Boneka kue jahe berlari dengan gesit. Si penggilling padi itu pun tak mampu menandinginya. Kini Boneka kue jahe itu tiba di sebuah ladang yang terdapat sebuah pemotong rumput yang sedang tidak di gunakan. Lagi-lagi Boneka kue jahe menantang si mesin pemotong rumput. Dia berkata:

                    Sang kakek tak berhasil menangkapku

                    Sang nenek juga tak berhasil menangkapku

                    Mesin penggillingan padi pun tak bias menangkapku

                    Bisakah kau menangkapku?

                    Tanpa pikir panjang, si mesin pemotong rumput langsung mengrjarnya. Namun, Boneka kue jahe berlari begitu cepat. Badannya yang kecil membuatnya cepat tidak terlihat. Si mesin pemotong rumputpun menyerah. Dia tak mampu mengejar si kue jahe. Boneka kue jahe tersenyum senang. Dia meneruskan langkahnya hingga bertemu dengan seekor sapi, dia pun berkata:

                    Sang kakek tak berhasil menagkapku

                    Sang nenek juga tak berhasil menangkapku

                    Mesin penggiling padi

                    Mesin pemotong rumput

                    Keduanya tak bias menangkapku

                    Bagaimana denganmu?

                    Sapi pun berlari mengejarnya. Namun seperti biasa, boneka kue jahe berhasil menghindarinya. Kue jahe senang karena tidak ada yang berhasil menangkapnya. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seekor kuda. Melihatnya, Boneka kue jahe pun kembali berkata:

                    Sang kakek tak berhasil menangkapku

                    Begitupun sang nenek

                    Mesin penggiling padi

                    Mesin pemotong rumput

                    Juga seekor sapi

                    Mereka tak pernah berhasil menangkapku

                    Bisakah kau menangkapku?

                    Kemudian, Boneka kue jahe berlari sekencang-kencangnya. Dia berlari ke tempat yang sempit sehingga kuda tak bisa menangkapnya. Dia pun berjalan kembali sehingga bertemu dengan seekor rubah. Kue jahe memanggilnya lalu berkata:

                    Sang kakek tak bisa menangkapku

                    Sang nenek juga tak bias

                    Mesin penggiling padi

                    Mesin pemotong rumput

                    Seekor sapi

                    Dan seekor kuda

                    Tidak ada yang menangkapku

                    Begitupun kamu, aku pasti bias mengalahkanmu

                    Rubah pun berlari mengejarnya dengan cepat. Kini Boneka kue jahe mendapat lawan yang seimbang. Rubah yang gesit itu berhasil menagkap si Boneka kue jahe. Rubah pun memakan si kue jahe yang lezat itu sedikit demi sedikit. Boneka kue jahe mulai kehilangan tangannya, kakinya, kepalanya, lalu seluruh badannya.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Dongeng: Petualangan Gulliver




    Pada zaman dahulu, ada seorang dokter bernama Lemuel Gulliver. Gulliver adalah seorang dokter yang bekerja di sebuah kapal dagang besar yang bernama Antelope. Apabil ada orang-orang yang dikapal Antelope sakit, dialah yang akan mengotinya.


    Suatu hari kapal Antelope yang mereka tumpangi terkena badai di tengah lautan. Kapalnya rusak. Orang-orang yang berada dikapal itu semuanya tenggelam. Tinggal Dokter Gulliver yang masih bertahan hidup.

    Gulliver berenang terus-menerus untuk mencapai daratan. Dengan penuh semangat, Gulliver terus berjuangmenyelamatkan dirinya. Hingga akhirnya, dia menemukan sebuah pulau. Karena lelah berenang tanpa henti, Gulliver akhirnya tertidur dipantai pulau itu. Dia tertidur lama sekali.

    Ternyata, Gulliver terdampar di sebuah pulau di negeri Liliput. Negri tersebut berada wilayah kerajaan Liliput.

    Saat terbangun, Gulliver terkejut, badannya dari kepala sampai kaki di ikat oleh para liliput yang mengelilinginya. Rupanya, para liliput itu ketakutan melihat tubuh Gulliver yang tinggi dan besar seperti raksasa. Sementara para liliput itu tingginya hanya sejengkal tangan Gulliver.

    Karena melihat ukuran tubuhnya yang jauh berbeda dari mereka, liliput-liliput itu mengira Gulliver akan berbuat jahat. Gulliver dilarang pergi ke mana-mana. Tetapi para liliput tetap memberinya makan, minum, dan pakaian. Tentu saja jumlah makanan dan minuman yang dibutuhkan Gulliver banyak sekali. Pakaiannya pun membutuhkan kain yang banyak.

    Selama beberapa hari, Gulliver hanya boleh berada dilapangan yang luas. Liliput-liliput itu memperhatikan tingkah laku Gulliver. Mereka akhirnya mengetahui bahwa Gulliver ternyata baik, tidak jahat. Gulliver pada akhirnya berhasil menyakinkan para liliput itu bahwa dirinya tidak berbahaya.

    Gulliver akhirnya dibebaskan dan boleh berjalan-jalan di kerajaan Liliput. Sang Raja ingin berjumpa dengannya. Gulliver senang sekali karena tidak sembarang orang diundang secara khusus untuk bertemu Raja Liliput. Gulliver diundang sebagai warga kehomatan di Kerajaan Liliput.

    Saat berada di istana, Gulliver mengetahui bahwa kerajaan di negeri seberang akan menyerang negeri Liliput. Nama negeri tersebut adalah Kerajaan Blefescu. Kerajaan itu juga dihuni manusia-manusia kecil seperti liliput. Kedua kerajaan tersebut hanya dipisahkan sebuah selat.

    Mendengar kabar penyerangan yang akan dilakukan oleh Kerajaan Blefescu, Raja dan Mentri Kerajaan Liliput menjadi gelisah. Mereka ketakutah karena angkatan laut Kerajaan Blefescu sangat kuat. Armada kapal perangnya banyak. Sebagai jasa atas balas budi Raja dan rakyat Kerajaan Liliput, diam-diam Gulliver merencanakan sesuatu untuk menolong mereka.

    Saat keadaan Kerajaan Blefescu lengah, Gulliver berenang ke pulau ke tempat kerajaan itu berada. Gulliver menarik dan membawa semua kapal perang yang berlabuh di pantai Kerajaan Blefescu untuk dibawa ke Kerajaan Blefescu. Karena tidak memiliki kapal perang lagi, Kerajaan Blefescu tidak jadi menyerang Kerajaan Liliput.

    Raja Kerajaan Blefescu akhirnya datang untuk berdamai. Dokter Gulliver senang, karena akhirnya peperangan bisa dihindari.

    Setelah beberapa lama tinggal di Kerajaan Liliput, Gulliver rindu ingin pulang ke negeri asalnya, yaitu Inggris. Saat sedang termenung sendirian di pantai, Gulliver melihat ada kapal layar yang terombang-ambing di lautan. Kapal layar itu sedikit rusak. Dengan bantuan armada laut Kerajaan Liliput, kapal layar tersebut berhasil dibawa ke pelabuhan dan di perbaiki bersama, hingga akhirnya bisa dipergunakan kembali.

    Kini tibalah waktunya bagi Gulliver untuk pulang. Setelah berpamitan dengan Raja dan rakyat Kerajaan Liliput, Gulliver pun berlayar menuju ke negerinya Inggris. Tanpa putus asa, Gulliver mengendalikan kapal layarnya. Di tengah perjalanannya, Gulliver berhasil bertemu dengan kapal dagang besar dan menumpang untuk pulang ke negrinya. Hingga akhirnya, Dokter Gulliver tiba di Negara Inggris dan bertemu kembali dengan keluarganya.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Dongeng: Legenda Bunga Mawar


                 
    Pada zaman dahulu di sebuah kerajaan, hiduplah seorang gadis cantik bersama dua kakaknya. Gadis itu bernama mawar, sedangkan kedua kakaknya bernama Alamanda dan Kecubung. Ibu ketiga gadis itu telah lama meninggal, sedangkan ayah mereka bekerja menjadi seorang saudagar yang pekerjaannya berdagang dari satu kota ke kota lainnya.

                    Di antara ketiga bersaudara itu, Mawarlah yang paling cantik dan baik budi pekertinya. Dia adalah gadis yang rajin bekerja dan senang sekali menolong. Tidak heran jika semua orang menyukainya. Sedangkan kedua kakaknya juga sangat cantik dan. Hanya seja tidak ada yang menandingi kebaikan dan kecantikan Mawar. Namun, mereka bertiga senantiasa hidup rukun.

                Pada suatu hari, tatkala hendak pergi berdagang, ayah mereka berkata kepada putri-putri cantiknya. “ Apa yang kalian inginkan, putrid-putriku tersayang?”

                    “Saya ingin perhiasan yang cantik, ayah,” kata Alamanda.

                    “Saya ingin baju yang bagus, Ayah. Jangan lupa bawakan sepatunya juga,” pinta Kecubung dengan manja.

                    Namun, Mawar hanya terdiam seribu bahasa. Dipandangilah wajah ayahnya dengan sedih. Dia merasa kasihan karena ayahnya yang usianya sudah setua itu masih harus berdagang berkeliling keluar kota.

                    “Apa yang kau inginkan, anakku Mawar?” Tanya sang ayah sambil menatap Mawar yang sedang bersedih.

                    “Saya tidak ingin apa-apa, Ayah. Saya hanya ingin Ayah pulang dengan selamat,”kata Mawar dengan sedih.

                    Ayahnya tersenyum, dipelukannya Mawar dengan penuh kasih. ’’Jangan khawatir, anakku. Ayah pasti pulang dengan selamat. Kalian hiduplah dengan rukun. Jangan saling bertengkar,” pesan sang ayah.

                    Mereka bertiga mengangguk. Sang ayah kemudian bersiap untuk berangkat. Ketiga putrid itu melambai-lambaikan tangan sampai kereta ayah mereka tidak terlihat lagi. Sepeninggal sang ayah, ketiga gadis itu selalu hidup rukun. Mereka selalu bermain dan bekerja bersama-sama.

                    Hingga pada suatu hari, ketika mereka tangah bermain, Mawar jatuh terpeleset. Dan tidak disangka-sangka, putrid yang cantik itu meninggal. Kedua kakaknya menjadi takut dan bingung. Kedua bersaudara itu tak henti-hentinya menangisi adiknya yang telah pergi.

                    Hingga suatu hari ketika menengok makam adiknya, Kecubung dan Alamanda terkejut luar biasa. Dari dalam tanah tampat adiknya dimakamkan, muncullah tanaman yang mereka tidak tahu namanya. Tanaman itu berduri, namun berbau sangat harum. Bahkan tak lama kemudian tanaman itu mengeluarkan bunga yang sangat cantik dan baunya harum. Kedua bersaudara itu menamakan mawar untuk tanaman yang baru tumbuh tersebut, sama seperti nama adik mereka.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Dongeng: Kisah Tiga Babi Kecil


                     
    Di sebuah peternakan, hiduplah tiga babi kecil beserta ibu mereka. Pada suatu hari,     ketiga babi kecil itu berpamitan kepada ibunya. Mereka berniat mencari peruntungan di luar sana. Si ibu babi mengizinkan mereka, namun dia berpesan agar dalam perjalanannya nanti, ketiga anaknya selalu melakukan yang terbaik. Karena menurut sang ibu, itulah kunci keberhasilan mereka kelak nanti.

                    Berangkatlah ketiga babi kecil itu. Anak babi yang pertama segera membangun sebuah rumah dengan menggunakan jerami. Menurutnya, jeramilah yang paling mudah di bangun. Dia tak mau membuat rumah yang lebih kuat. Rumah jerami dirasa cukup untuk dirinya.

                    Babi kedua membangun rumahnya dengan ranting-ranting pohon. Rumah ini sedikit lebih kuat dibandingkan rumah dari jerami yang di buat babi pertama. Lagi-lagi, anak babi kedua sudah merasa cukup dengan dengan rumah yang dibangunnya tersebut.

                    Sementara itu, anak babi yang ketiga membangun rumahnya dengan menggunakan batu bata. Dia menginginkan sebuah rumah yang kokoh dan nyaman. Dia berharap rumah yang dibangunnya itu tidak sekedar nyaman, tapi juga bias melindungunya dari bahaya-bahaya yang mengancam.

                    Ketiga anak babi kecil itu kini tinggal secara terpisah. Masing-masing menempati rumah baru yang telah mereka buat sendiri-sendiri. Pada suatu hari, seekor serigala lapar sangat tergiur melihat ketiga babi gemuk itu. Serigala mulai mendekati anak babi yang pertama. Serigala berbicara dari luar rumah jerami milik babi yang pertama.

                    “Babi kecil, babi kecil, keluarlah! Kau pasti tidak akan bisa menghancurkan rumahku,” teriak si babi pertama dari dalam rumahnya.

                    Serigalapun meniup tumpukan jerami di depannya, rumah anak babi yang pertama itu pun hancur berantakan,” serigala pun kembali mengutarakan ancamannya.

                    Anak babi kedua pun tetap bartahan di dalam rumahnya. Namun, nasibnya sama dengan babi yang pertama. Rumahnya hancur di tiup sang serigala. Serigala tersenyum senang sekali kerena anak babi ke dua berhasil ia tangkapnya juga.

                    Kini dia mendekati rumah babi ketiga yang terbuat dari batu-bata. Serigala mengeluarkan ancaman yang sama. Babi kecil pun tetap bertahan di dalam rumahnya, sama seperti dengan kedua saudaranya. Serigala meniup rumah si babi kecil. Namun, karena terbuat dari batu-bata, serigala tidak mampu menghancurkannya. Serigalapun mencari cara lain. Dia memanjat ke atap rumah sang babi kecil, lalu mulai menggigitinya, serigala berharap lubangnya nanti akan cukup besar untuk bisa dilewatinya dan memasuki rumah tersebut.

                    Babi kecil mengetahui upaya si serigala. Dia pun mencoba mempertahankan diri. Dia menyiapkan sebaskom air mandidih, lalu menempatkannya di bawah lubang yang tengah dibuat serigala. Ketika serigala menjatuhkan dirinya melalui lubang yang telah ia buat, serigala tercebur ke dalam baskom yang berisi air mendidih tersebut. Si serigala berlari kegirangan mencari tempat yang dingin untuk meredakan rasa panas di sekujur tubuhnya. Nasib babi ketiga pun tidak seperti nasib kedua saudaranya. Babi kecil itupun selamat dari terkaman serigala.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    cerita dongeng: Kisah Putri Duyung

    Pada suatu hari ada  seorang raja laut yang ditinggalkan oleh permaisurinya. Maka hidupnya hanya ditemani oleh enam orang putrinya dengan diasuh oleh seorang neneknya.

    Neneknya membuat peraturan, bahwa hanya jika sudah berusia lima belas tahun cucunya boleh muncul ke permukaan laut melihat dunia manusia.

    “Kenapa harus begitu, Nek?” tanya seorang cucunya.

    “Begitulah, agar kalian nampak cantik dilihat oleh manusia di daratan,” jawab neneknya.


    Waktu pun berlalu. Satu perrsatu putri-putri itu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Namun diantara putri-putri cantik itu yang paling cantik adalah Puteri Duyung bungsu.

    Ombak akan tenang bilamana Puteri Duyung muncul ke permukaan laut.

    Pada suatu hari Putri Duyung bungsu muncul di permukaan laut. Dilihatnya sebuah perahu semakin mendekatinya. “Alangkah tampannya penumpang perahu itu. O, yang itu lebih tampan lagi,” katanya kepada dirinya sendiri setelah dekat dengan perahu. Dia memang heran, karena penumpang yang dianggapnya paling tampan adalah Putra seorang raja.

    Tiba-tiba cuaca berubah menjadi buruk. Angin taufan menyambar-nyambar perahu. Perahu jadi oleng. Dan akhirnya perahu itu tenggelam. Melihat kecelakaan tersebut Putri Duyung sangat kasihan kepada Putra Raja. Ditolongnya pemuda itu. Dalam keadaan pingsan Putra Raja diletakkan di tepi pantai, sedang dia sendiri kembali pulang kedasar laut.

    Tapi sulit bagi Putri Duyung untuk melupakan wajah yang tampan itu. Maka dia menceritakannya kepada kakak-kakaknya apa yang telah dialaminya. Kakak-kakaknya tertawa memperolok.

    “Pantas saja kau jadi pemurung kini,” kata salah seorang kakaknya.

    Karena amat rindu kepada Putra Raja, Putri Duyung ingin pergi ke permukaan laut. Ingin menjumpai Putra Raja. Sebenarnya neneknya melarang agar jangan sekali-kali menjumpai Putra Raja, karena ekor Putri Duyung sangat buruk dan tak disukai oleh manusia. Namun Putri Duyung tetap berkemauan keras. Dia pergi kepada Pesihir.

    “Aku bisa menolongmu, kau berkaki cantik asal suaramu boleh kuminta,” kata Pesihir.

    “Baiklah,” jawab Putri Du¬yung.

    “Minumlah obat ini jika kau sudah sampai di permukaan laut,”Putri Duyung mengangguk.

    Sesampainya di permukaan laut, obat dari Pesihir itu diminumnya. Seketika itu juga dia pingsan. Tapi setelah siuman Putri Duyung melihat disampingnya telah duduk Putra Raja dengan tersenyum. Alangkah bahagia hati Putri Duyung. Tapi sayang ketika Putra Raja yang tampan menanyakannya, Putri Duyung tak bisa bersuara.

    Dia ingat bahwa suaranya telah diberikan kepada Pesihir. Dengan begitu Putra Raja seolah hanya berhadapan dengan seorang gadis cantik tetapi bisu. Kecewalah hati Putra Raja. Menangislah Putri Duyung ketika Putra Raja meninggalkannya. Dia pun jadi putus asa.

    Kemudian dia mencebur ke laut pulang ke istana ayahnya. Dia sangat malu kepada manusia. Itulah maka Putri Duyung selalu mengelak dari pandangan manusia.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    cerita dongeng: Rahasia Si Upik Abu

    Dahulu, hiduplah seorang anak kecil bernama  Sisi. Hidup Sisi mirip sekali dengan hidup Cinderella.Tapi, Sisi tak pernah menginginkan menjadi seorang putri. Sisi tak pernah berharap yang muluk-muluk.

    Hari ini, Sisi ditugaskan ibu tirinya untuk menimba air di sumur.Tentu saja Sisi menyanggupinya. Kalau tidak, ia akan mendapat omelan pedas dari ibu tirinya.

    "Ah.. seandainya aku bukan anak tiri.. tapi,aku tak mungkin dapat menjadi seorang putri..."Ujarnua sambil menari tali timba itu. Memang berat rasanya untuk anak kecil seperti Sisi. Sementara kedua kakaknya sibuk berbelanja.
    Tiba-tiba..

    "Hai gadis kecil.."Sapa seorang ibu peri.
    "Ibu peri?."Tanya Sisi. Mataya mendelik kesana kemari memastikan tak ada seoerangpun yang mendengarnya. Ibu peri mengangguk. Sisi tersenym lebar.
    "Ohh ibu peri,aku memiliki satu permintaan.Bolehkah aku memiliki tongkat peri?. "Tanya Sisi. Ibu peri terpaksa mengiyakan permintaannya.
    "Tapi dengan syarat, bermimpilah setinggi bintang..."Ujar Ibu peri. Sisi mengangguk setuju. Dan jadilah togkat ibu peri miliknya.

    Sisi menyimpa rahasia ini baik-baik.Ia telah berjanji kepada ibu peri agar terus bercita-cita.



    kiriman dari sahabat : Zharifah Zahra <zharizahra@gmail.com>

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    cerita dongeng: putri Bella & putra Ralmi



    Dahulu, ada seorang putri bernama princess bella. di halamannya ada sebuah tanaman bernama mawar kuning yang ditanam oleh ibunya lela. bunga itu ajaib jika dipetik oleh seorang yang baik hati maka keajaiban datang dari seorang pangeran yang jatuh cinta.

    Karena ibu bella sudah meninggal, bella memetik bunga mawar kuning itu untuk ibunya lela, setelah lela memetik ada keajaiban datang pada tubuh lela. Lela menjadi sangat cantik sehingga bapaknya mencari pendamping untuk lela anaknya.

    bapaknya mencari raja yunani anaknya sebagai suami bella.setelah mendengar perkataan itu raja yunani sangat senang dan menbilang:

    "tentu saja saya juga lagi mencari pendamping untuk anak saya"
    "tentu,putri saya ini cantik sekali pasti menawan hati anak anda"

    stelah pulang kerumahbapaknya bella memberitahukan ke bella.
    kata bella:"baik tetapi orangnya harus baik,ramah dan kasih sayang"
    kata bapaknya:"baik putranya sesuai dengan syarat mu"

    kedua bapak mereka menentukan hari pernikahannya pada tanggal yang telah di tentukan, mereka sepakat untuk acara mereka meriah. pada hari pernikahannya putri bella & putra ralmi mempersiapkan diri untuk menikah. setelah mereka menikah mereka pulang ke kerajaan masing-masing.

    ternyata putra ralmi jatuh cinta dengan bella. Dan bella -juga jatuh cinta dengan ralmi. setelah hari berikutnya bella diculik oleh geng preman untuk menikahi bella. setelah mendengar berita tersebut putra ralmi marah besar dan pergi ke lokasi geng preman tersebut ralmi tenyata adalah sorang ninja yang tidak diketahui oelh orang lain.

    setelah berkelahi dengan mereka putra ralmi membebaskan bella dan mereka membangun kerajaan mereka sendiri

    AKHIRNYA MEREKA HIDUP BAHAGIA SELAMANYA



    kiriman dari leyi steanny (leyistefanny@ymail.com)

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    cerita dongeng: putri syalmy



    Disuatu desa pada zaman dahulu,ada sebuah kerajaan besar,yang sangat mewah pada zaman itu.disana tinggalah seorang raja dan para prajuritnya,raja ini masih muda, dan umurnya sekitar 27 tahun. raja itu sangat pemberani dan bernama lutfi syakir. Atas kepemimpinannya rakyat bahagia, aman, dan sentosa.

    Tapi raja belum punya teman hidup. Raja pun mencari pedamping hidupnya dengan cara mengumpulkan semua gadis-gadis diwilayah itu. akhirnya semua gadis sudah terkumpul, disana banyak gadis-gadis mulai dari yang kaya sampai yang miskin, dari yang cantik sampai yang celak, tapi ada seorang gadis yang sangat aneh badannya pendek, kurus dan menutupi setengah mukanya dengan selendang yang dia pakai.

    Raja sangat heran dan memanggilnya kehadapan raja, semua gadis-gadis terkejut, karena gadis-gadis itu mengira bahwa gadis itu yang dipilih oleh raja. penasehat kerajaan bertanya kepada raja

    "apakah ini yang akan raja
    pilih sebagai pendamping hidup
    raja"
    "belum tahu,apakah ini atau tidak"
    jawab raja.
    raja pun bertanya kepada gadis itu kenapa kau tutup sebahagian wajahmu ?
    gadis itu tidak menjawab sama sekali.

    raja pun menyuruh gadis itu untuk membuka jilbab yang menutupi wajahnya, akhirnya gadis itu membuka jilbabnya. ternyata dia adalah seorang putri syalmy dari arab saudi, yang dicari-cari oleh ayahnya raja di arab saudi.

    dia akan sempurna jika dia menikah dan pulang dengan seorang raja yang terkenal, baik hati masih muda dan pemberani. akhirnya mereka hidup bahagia, putri syalmy telah berubah kewujud yang sempurna.

    kiriman dari : lutfi muhamad hisyam


    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    cerita dongeng : hati emas si penggembala kambing



    Dahulu, pada masa khalifah Amirul Mu’minin Umar bin Khattab r.a., ada seorang anak muda yang menggembala kambing beratus-ratus banyaknya. Rupanya, dia adalah seorang budak. Suatu hari, Sayyidina Umar yang sedang berkeliling negerinya, melihat si anak dengan kambing gembalaanya yang sangat banyak itu. Dengan penuh keuletan dan kasih sayang, anak itu menggembala kambing-kambingnya. Dia juga sangat bertanggungjawab menjaga kambing-kambingnya agar tidak hilang seekor pun. Sayyidina Umar pun kagum pada kebaikan pekerti si anak. Melihat itu semua, muncul keinginan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab untuk mengujinya. Beliau ingin tahu apakah syi’ar Islam telah sampai ke daerah itu.

    Sayyidina Umar yang saat itu sedang menyamar sebagai orang biasa memanggilnya. “Wahai anak muda, aku sangat tertarik pada kambing-kambingmu ini”. “Bolehkah aku beli seekor?”, tanya Sayyidina Umar. “Jangan Tuan, kambing-kambing ini bukan punya saya, melainkan punya majikan saya”, jawab si anak. Sayyidina Umar tidak berhenti begitu saja. “Ah…, kalau dijual seekor saja, tentu majikanmu tidak akan tahu”, lanjut Sayyidina Umar mengujinya. Dengan cepat dan di luar dugaan, anak itu pun menjawab. “Kalau begitu, dimana Allah ya Tuan?”

    Kaget, kagum, dan terpesona bercampur jadi satu dirasakan Amirul Mu’minin. Betapa kuatnya ketaqwaan anak muda itu. Dia percaya bahwa Allah maha melihat apa saja yang dikerjakan manusia. Walaupun majikannya tidak tahu, tapi Allah pasti tahu. Lalu, Sayyidina Umar pun menemui sang majikan dan membeli budaknya untuk dimerdekakan. Subhanallah.



    kiriman cerita dari : riza zauhatul muniroh

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    cerita dongeng: Hadiah dari Raja


    Konon, pada zaman dahulu, ada seorang raja yang sangat bijaksana. Raja Adil namanya. Pada setiap hari ulang tahunnya,ia mengundang salah seorang rakyatnya untuk makan di istana. Tahun lalu, ia mengundang Bu Surti. Bu Surti adalah seorang tukang cuci. Ia dianggap layak untuk diundang dan diberi hadiah karena telah membesarkan anak-anaknya dengan baik. Pada tahun ini , Raja mengundang Pak Kasih.

    Pak Kasih adalah seorang petani yang rajin. Meskipun tidak kaya, Pak Kasih memiliki sifat dermawan. Setiap malam, ia mendatangi orang-orang miskin di desanya untuk memberi sedikit beras dan lauk-pauk. Bahkan, suatu hari, ketika desa mereka dilanda kekeringan, ia membagikan seluruh isi lumbungnya kepada orang-orang yang kelaparan di desanya. Karena kebaikannya itu, Raja memilihnya.

    Pada hari ulang tahun Raja, Pak Kasih berangkat pagi-pagi sekali dengan pedati tuanya. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan , Pak Kasih tiba di istana. Di depan pintu istana, Pak Kasih dihadang oleh seorang penjaga. Penjaga tersebut sangat angkuh. Ia menghardik Pak Kasih dngan kasar. Setelah mengetahui tujuan Pak Kasih, sikap penjaga itu berubah menjadi ramah. Sambil tersenyum licik, penjaga itu berkata, “Aku akan mengizinkanmu masuk, tetapi kau harus membagiku separuh dari hadiahmu yang diberikan raja.”

    “Baiklah,” sahut Pak Kasih sambil tersenyum. Pak Kasih pun akhirnya dapat masuk ke dalam istana. Di dalam istana, Pak Kasih disambut dengan ramah oleh Raja Adil. Merekamakan bersama di ruang makan istana. Setelah makan, Raja Adil menanyakan hadiah apa yang diinginkan Pak Kasih. Tanpa diduga, Pak Kasih menjawab, “Jika boleh, saya minta hadiah dicambuk lima puluh kali,” Raja tentu sangat terkejut.

    Setelah Pak Kasih menceritakan tentang penjaga istana itu, Raja menjadi mengerti. Raja kemudian menyuruh mencambuk penjaga itu lima puluh kali. Itu adalah hadiah yang tepat untuk penjaga yang tamak.



    Kiriman dari : Wahid Nur Rohman Lail Saputro

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    cerita anak: pertarungan dua musuh bebuyutan



    Pada suatu hari Ada Dua Penjaga gunung yang Sudah Lama Menjaga gunung tersebut. Yaitu penjaga gunung papolo dan penjaga gunung kamonsepu .

    Pada suatu saat pnjaga gunung papolo meminta sebuah air kepada penjaga gunung kamonsepu . Tetapi , penjaga gunung itu tidak mau memberikan air tersebut " hey , kau enak2 nya kamu ingin meminta air disini sampai kapanpun tidak akan aku berikan kepadamu " kata penjaga gunung kamonsepu . Penjaga gunung papolo smakin kesal !

    Akhirnya .... terjadi angkat senjata ! dua - dua nya saling tembak2 kan dari gunung papolo sampai gunung kamonsepu karna meriam saling tembak menembak mnggunakan meriam puncak kedua gunung hancur seperti kapak yang terpongkah. dan kedua nya meningaal di tempat masing masing .

    Sekian , Terima Kasih !

    kiriman dari : Gusti Aderyan Akbar (jakarta).

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Malin Kundang


    Cerita Malin Kundang ini mengisahkan seorang anak yang durhaka beserta kapalnya yang dikutuk jadi batu karang (saat ini batu berbentuk perahu dan manusia tersebut ada). awalnya hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang.

    Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar.Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.

    Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.

    Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

    Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.

    Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

    Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.

    Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu".

    Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Aia Manih, di selatan kota Padang, Sumatera Barat.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Dongeng: Tujuh Burung Gagak

    Cerita Dongeng: Tujuh Burung Gagak - Dahulu, ada seorang laki-laki yang memiliki tujuh orang anak laki-laki, dan laki-laki tersebut belum memiliki anak perempuan yang lama diidam-idamkannya. Seriiring dengan berjalannya waktu, istrinya akhirnya melahirkan seorang anak perempuan. Laki-laki tersebut sangat gembira, tetapi anak perempuan yang baru lahir itu sangat kecil dan sering sakit-sakitan. Seorang tabib memberitahu laki-laki tersebut agar mengambil air yang ada pada suatu sumur dan memandikan anak perempuannya yang sakit-sakitan dengan air dari sumur itu agar anak tersebut memperoleh berkah dan kesehatan yang baik. Sang ayah lalu menyuruh salah seorang anak laki-lakinya untuk mengambil air dari sumur tersebut. Enam orang anak laki-laki lainnya ingin ikut untuk mengambil air dan masing-masing anak laki-laki itu sangat ingin untuk mendapatkan air tersebut terlebih dahulu karena rasa sayangnya terhadap adik perempuan satu-satunya. Ketika mereka tiba di sumur dan semua berusaha untuk mengisi kendi yang diberikan kepada mereka, kendi tersebut jatuh ke dalam sumur. Ketujuh anak laki-laki tersebut hanya terdiam dan tidak tahu harus melakukan apa untuk mengambil kendi yang jatuh, dan tak satupun dari mereka berani untuk pulang kerumahnya.

    Ayahnya yang menunggu di rumah akhirnya hilang kesabarannya dan berkata, "Mereka pasti lupa karena bermain-main, anak nakal!" Karena takut anak perempuannya bertambah sakit, dia lalu berteriak marah, "Saya berharap anak laki-lakiku semua berubah menjadi burung gagak." Saat kata itu keluar dari mulutnya, dia mendengar kepakan sayap yang terbang di udara, sang Ayah lalu keluar dan melihat tujuh ekor burung gagak hitam terbang menjauh. Sang Ayah menjadi sangat menyesal karena mengeluarkan kata-kata kutukan dan tidak tahu bagaimana membatalkan kutukan itu. Tetapi walaupun kehilangan tujuh orang anak laki-lakinya, sang Ayah dan Ibu masih mendapatkan penghiburan karena kesehatan anak perempuannya berangsur-angsur membaik dan akhirnya anak perempuan tersebut tumbuh menjadi gadis yang cantik.

    Gadis itu tidak pernah mengetahui bahwa dia mempunyai tujuh orang kakak laki-laki karena orangtuanya tidak pernah memberitahu dia, sampai suatu hari secara tidak sengaja gadis tersebut mendengar percakapan beberapa orang, "Gadis tersebut memang sangat cantik, tetapi gadis tersebut harus disalahkan karena mengakibatkan nasib buruk pada ketujuh saudaranya." Gadis tersebut menjadi sangat sedih dan bertanya kepada orangtuanya tentang ketujuh saudaranya. Akhirnya orangtuanya menceritakan semua kejadian yang menimpa ketujuh saudara gadis itu. Sang Gadis menjadi sangat sedih dan bertekad untuk mencari ketujuh saudaranya secara diam-diam. Dia tidak membawa apapun kecuali sebuah cincin kecil milik orangtuanya, sebuah roti untuk menahan lapar dan sedikit air untuk menahan haus.

    Gadis tersebut berjalan terus, terus sampai ke ujung dunia. Dia menemui matahari, tetapi matahari terlalu panas, lalu dia kemudian menemui bulan, tetapi bulan terlalu dingin, lalu dia menemui bintang-bintang yang ramah kepadanya. Saat bintang fajar muncul, bintang tersebut memberikan dia sebuah tulang ayam dan berkata, "Kamu harus menggunakan tulang ini sebagai kunci untuk membuka gunung yang terbuat dari gelas, disana kamu akan dapat menemukan saudara-saudaramu.

    Gadis tersebut kemudian mengambil tulang tersebut, menyimpannya dengan hati-hati di pakaiannya dan pergi ke arah gunung yang di tunjuk oleh bintang fajar. Ketika dia telah tiba di gunung tersebut, dia baru sadar bahwa tulang untuk membuka kunci gerbang gunung telah hilang. Karena dia berharap untuk menolong ketujuh saudaranya, maka sang Gadis lalu mengambil sebilah pisau, memotong jari kelinkingnya dan meletakkannya di depan pintu gerbang. Pintu tersebut kemudian terbuka dan sang Gadis dapat masuk kedalam, dimana seorang kerdil menemuinya dan bertanya kepadanya, "Anakku, apa yang kamu cari?" "Saya mencari tujuh saudaraku, tujuh burung gagak," balas sang Gadis. Orang kerdil tersebut lalu berkata, "Tuanku belum pulang ke rumah, jika kamu ingin menemuinya, silahkan masuk dan kamu boleh menunggunya di sini." Lalu orang kerdil tersebut menyiapkan makan siang pada tujuh piring kecil untuk ketujuh saudara laki-laki sang Gadis yang telah menjadi burung gagak. Karena lapar, sang Gadis mengambil dan memakan sedikit makanan yang ada pada tiap-tiap piring dan minum sedikit dari tiap-tiap gelas kecil yang ada. Tetapi pada gelas yang terakhir, dia menjatuhkan cincin milik orangtuanya yang dibawa bersamanya.

    Tiba-tiba dia mendengar kepakan sayap burung di udara, dan saat itu orang kerdil itu berkata, "Sekarang tuanku sudah datang." Saat ketujuh burung gagak akan mulai makan, mereka menyadari bahwa seseorang telah memakan sedikit makanan dari piring mereka. "Siapa yang telah memakan makananku, dan meminum minumanku?" kata salah satunya. Saat burung gagak yang terakhir minum dari gelasnya, sebuah cincin masuk ke mulutnya dan ketika burung tersebut memperhatikan cincin tersebut, burung gagak tersebut berkata, "Diberkatilah kita, saudara perempuan kita yang tersayang mungkin ada disini, inilah saatnya kita bisa terbebas dari kutukan." Sang Gadis yang berdiri di belakang pintu mendengar perkataan mereka, akhirnya maju kedepan dan saat itu pula, ketujuh burung gagak berubah kembali menjadi manusia. Mereka akhirnya berpelukan dan pulang bersama ke rumah mereka dengan bahagia.

    Cerita Dongeng: Tujuh Burung Gagak


    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Dongeng: Biji-biji Burung Gereja

    Cerita Dongeng Biji-biji Burung Gereja: Di suatu lembah yang subur, sekelompok binatang hidup dengan aman dan nyaman. Mereka tidak pernah berkekurangan.
    Lembah itu menyediakan semua yang dibutuhkan para hewan. Sumber mata air yang segar, pohon-pohon yang selalu berbuah tanpa mengenal musim. Semua hewan hidup dengan bahagia.
    Suatu hari bertemulah seekor monyet dengan burung gereja yang sedang mematuk-matuk di tanah.
    “ Apa yang sedang kau lakukan burung Gereja ?” Tanya Monyet.
    Burung Gereja memandang Monyet dan berkata “ Aku sedang mengumpulkan biji-bijian “
    Mendengar jawaban Burung Gereja, Monyet tertawa terbahak-bahak “Ha…ha..ha…., untuk apa kau mengumpulkan biji-biji itu, lihatlah di selilingmu, begitu banyak buah-buahan yang bisa kau makan, kenapa kau malah mengumpulkan sesuatu yang dibuang ?”
    Tapi Burung Gereja tidak menghiraukan perkataan Monyet dan tetap mengumpulkan biji buah-buahan kemudian membawanya ke atas bukit.
    Esok harinya, Monyet bertemu lagi dengan Burung Gereja, kali ini Monyet membawa buah apel di tangannya
    “ Hai Burung Gereja, kau sedang mencari biji-bijian lagi ya ? pantas saja kau tidak bertambah besar, yang kau makan bijinya, bukan buahnya…ha.. ha…ha… “ Ejek Monyet
    Burung Gereja hanya diam dan terus mengumpulkan biji- biji apel yang dibuang oleh Monyet.

    Suatu hari turun hujan deras berhari-hari, lembah itu tertutup oleh air, semua binatang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di atas bukit.
    Mereka kedinginan dan kelaparan. Ketika hujan berhenti, mereka turun ke lembah untuk mencari makanan, tetapi semua pohon tumbang tersapu air hujan, tidak ada lagi buah-buahan untuk dimakan.
    “ Aku lapar, mengapa tidak ada sama sekali buah yang bisa dimakan ?” rintih Monyet sambil melihat ke kanan dan ke kiri berharap menemukan buah yang bisa dimakan.
    Setelah berjalan menyusuri lembah, Monyet bertemu lagi dengan Burung Gereja
    “ Hai Burung Gereja, kau kan bisa terbang tinggi, bisakah kau tunjukkan padaku dimana ada buah yang bisa ku makan ? aku lapar sekali “ Tanya Monyet.
    “ Mari, pergilah ke rumahku di atas bukit, kau akan menemukan buah yang bisa kau makan “ Ajak Burung Gereja.
    Karena tidak menemukan jalan lain lagi, Monyet mengikuti Burung Gereja menuju ke atas bukit.
    Betapa terkejutnya Monyet melihat halaman rumah Burung Gereja penuh dengan pohon yang berbuah lebat, Pisang, Apel, Strawberry, Mangga, dan banyak lagi yang lainnya.
    “ Bagaimana bisa begitu banyak pohon buah tumbuh di halaman rumahmu “ Tanya Monyet heran.
    “ Sudah sejak lama aku mengumpulkan biji buah-buahan dan menanamnya di halaman rumahku , aku menyiramnya dan membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh, aku merawatnya setiap hari “ jawab Burung Gereja.
    “ Oooo…. Itulah sebabnya kenapa kau selalu mengumpulkan biji buah-buhan yang dibuang. Kenapa aku tidak berpikir untuk menanamnya sepertimu ya ?”
    Burung Gereja juga memberi tahu hewan-hewan lain untuk mengambil buah-buahan di halaman rumahnya. Sejak saat itu, setiap kali mereka memakan buah, mereka menyisihkan biji-bijinya untuk ditanam kembali, agar mereka tidak kelaparan lagi.

    Betty Veve [mami_veve10 @yahoo.com]

    Cerita Dongeng: Biji-biji Burung Gereja


    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Dongeng: Urashima Taro dan Penyu Laut

    Cerita Dongeng: Urashima Taro dan Penyu Laut - Urashima Taro, yang dalam bahasa Jepang berarti "Anak laki-laki dari pulau," adalah anak satu-satunya dan merupakan kesayangan dari seorang nelayan tua dan istrinya.

    Dia sangat baik, muda dan kuat, dia dapat berlayar dengan perahu jauh lebih pandai dari orang-orang yang tinggal di tepi pantai rumahnya. Dia sering berlayar jauh ke tengah laut, dimana para tetangganya sering memperingati orangtuanya bahwa mungkin suatu saat dia akan pergi terlalu jauh ke laut dan tidak pernah kembali lagi.

    Orangtuanya tahu akan hal ini, bagaimanpun juga, mereka mengerti bahwa anaknya sangat pandai berlayar, dan mereka tidak pernah terlalu mengkuatirkannya. Bahkan bila Urashima pulang lebih lambat dari yang diharapkan, mereka selalu menunggu kedatangannya tanpa rasa cemas. Mereka mencintai Urashima lebih dari hidup mereka sendiri, dan bangga bahwa dia sangat berani dan lebih kuat dari anak laki-laki tetangganya.

    Suatu pagi, Urashima Taro pergi untuk mengambil tangkapan di jaringnya, seperti yang ditebarkannya kemarin malam. Di salah satu jaringnya, diantara ikan yang tertangkap, dia menemukan seekor penyu kecil yang ikut terjerat. Penyu itu di ambilnya dan diletakkannya di dalam perahu sendiri, disimpannya di tempat yang aman, hingga dia dapat membawanya pulang ke rumah. Tetapi dengan kagum, Urashima mendengarkan penyu itu memohon dengan suara yang sangat lirih. "Apa gunanya saya bagi kamu?" tanya penyu itu. "Saya terlalu kecil untuk dimakan, dan terlalu muda hingga butuh waktu yang lama hingga saya menjadi besar. Kasihanilah saya dan kembalikan saya ke laut, karena saya tidak ingin mati." Urashima Taro yang baik hati menaruh belas kasihan paa penyu kecil yang memohon sehingga dia melepaskan kembali penyu kecil itu ke laut.

    Beberapa tahun setelah kejadian ini, ketika Urashima Taro pergi berlayar terlalu jauh ke tengah laut, badai yang buruk datang menerpa perahunya dan memecahkan perahunya hingga berkeping-keping. Urashima adalah perenang yang sangat baik, dan dia terus berupaya agar dapat sampai ke tepi pantai dengan berenang, tetapi jarak antara dia dan pantai terlalu jauh dan saat itu laut sangat ganas, kekuatannya akhirnya melemah dan dia sudah mulai tenggelam perlahan-lahan. Saat dia menyerah dan berpikir bahwa dia tidak akan pernah bertemu dengan ayahnya lagi, dia mendengar namanya dipanggil dan melihat penyu yang besar berenang ke arahnya.

    Naiklah kepunggungku," teriak penyu itu, "dan saya akan membawamu menuju daratan." Ketika Urashima Taro telah aman dan duduk di punggung penyu itu, penyu itu lalu melanjutkan kata-katanya: "Saya adalah penyu yang kamu lepas saat saya masih kecil dan tidak berdaya di jaring mu, dan saya sangat senang dapat membalas kebaikanmu."

    Sebelum mereka tiba di pantai, penyu itu bertanya kepada Urashima Taro bahwa apakah dia ingin melihat kehidupan yang indah yang tersembunyi di bawah laut. Nelayan muda itu membalas bahwa hal itu adalah pengalaman yang akan sangat menyenangkan. Dalam sekejap, mereka berdua menukik ke dalam air yang berwarna hijau. Urashima memegang erat-erat punggung penyu yang membawanya ke kedalaman yang tak terkira. Setelah tiga malam, mereka mencapai dasar laut, dan tiba di tempat yang sangat indah, penuh dengan emas dan kristal. Koral dan mutiara dan berbagai macam batu-batuan berharga membuat matanya menjadi berbinar-binar dan terkagum-kagum,  dan apa yang ada di dalam istana tersebut lebih membuat dia terkagum lagi, diterangi dengan sisik-sisik ikan yang bersinar indah.

    "Ini," kata penyu itu, "Ini adalah istana dewi laut. Saya adalah salah satu pelayan dari putri dewi laut."

    Penyu itu kemudian menyampaikan kedatangan Urashima Taro ke sang Putri, dan tidak lama kemudian dia kembali, membawa Urashima ke hadapan sang Putri. Putri dewi laut itu sangat cantik sehingga ketika sang Putri meminta agar Urashima mau tinggal di tempat itu, Urashima langsung menyetujuinya dengan gembira.

    "Jangan tinggalkan saya, dan kamu akan selalu terlihat muda seperti sekarang, usia tua tidak akan pernah kamu alami," kata sang Putri.

    Begitulah akhirnya Urashima Taro tinggal di istana bawah laut bersama putri dari Dewi laut. Dia begitu gembira hingga tidak merasa bahwa waktu terus berlalu tanpa terasa. Berapa lama dia disana tak pernah disadarinya. Tetapi suatu hari, dia teringat kepada kedua orangtuanya; dia ingat bahwa orangtuanya mungkin merasa kehilangan dengan ketidakhadirannya. Semakin hari, keinginan untuk pulang terus datang dan bertambah kuat. Pada akhirnya, Urashima mengutarakan maksudnya kepada sang Putri bahwa dia harus pergi menjenguk orangtuanya. Sang Putri menangis sedih dan memohon agar Urashima tidak pergi.

    "Jika kamu pergi, saya mungkin tidak akan melihatmu lagi," tangis sang Putri.

    Tetapi keinginan Urashima sangat kuat dan tidak dapat dibujuk lagi. Urashima sangat ingin melihat kedua orangtuanya sekali lagi dan berjanji akan pulang kembali ke istana itu dan tinggal bersama sang Putri selama-lamanya. Sang Putri akhirnya setuju dan memberikan sebuah kotak emas kepadanya dan berpesan agar kotak itu jangan pernah dibuka.

    "Jika kamu mengindahkan kata-kataku," katanya kembali, "kamu mungkin masih dapat kembali kepadaku. Saat kamu siap, penyuku akan berada disana untuk membawamu, tetapi bila kamu lupa apa yang saya katakan kepadamu, Saya tidak akan pernah dapat menemui kamu lagi."

    Urashima Taro dengan bersemangat meyakinkan dia bahwa tidak ada satupun di dunia yang dapat memisahkan mereka, dan mengucapkan selamat tinggal. Dengan menunggangi punggung penyu, dengan cepat dia meninggalkan istana jauh dibelakang. Selama tiga hari tiga malam mereka berenang, dan akhirnya penyu itu tiba di tepi pantai dekat rumahnya yang dulu.

    Dengan bersemangat dia lari ke desa itu dan mencari semua teman-teman lamanya. Semua wajah terlihat asing baginya, bahkan rumahnya pun kelihatan berbeda. Anak-anak yang bermain di pinggir jalan dimana dia pernah tinggal, tidak pernah dilihatnya sebelumnya. Dia berhenti di depan rumahnya, dengan hati berdebar-debar, dia mengetuk pintu rumah. Terdengar suara musik dari jendela atas dan seorang wanita yang asing baginya membukakan pintu. Wanita itu tidak bisa menjelaskan tentang orangtuanya dan bahkan tidak pernah mendengar nama kedua orangtuanya. Urashima lalu keluar dari rumah tersebut dan menanyai semua orang yang dijumpainya. Tetapi semua yang ditanyai hanya memandanginya dengan curiga. Akhirnya dia menuju ke tanah pekuburan di luar desa. Mencari-cari di antara kuburan yang ada, dan dengan cepat dia menemukan dirinya berdiri di dekat nama yang selama ini dicari-carinya. Tanggal pada batu nisan itu menunjukkan bahwa ayah dan ibunya meninggal tidak lama setelah dia berangkat; dan dia menemukan bahwa dia telah pergi dari rumah itu selama tiga ratus tahun. Dengan penuh kesedihan dia membungkuk untuk menghormati orangtuanya yang terakhir kali dan kembali menuju desanya. Di setiap langkah dia berharap bahwa dia akan terbangun dari mimpinya, tetapi orang-orang yang ditemui dan jalan yang dilalui adalah nyata.

    Kemudian dia teringat akan sang Putri dan kotak emas yang diberikan kepadanya. Dia berpikir bahwa mungkin saja sang Putri telah menyihirnya, dan kotak ini mempunyai jimat-jimat untuk mematahkan sihir itu. Dengan tidak sabar dia membuka kotak tersebut, dan seberkas asap berwarna ungu keluar meninggalkan kotak yang kosong. Dengan terkejut, dia tersadar melihat tangannya yang langsung menjadi tua dan gemetaran. dia menjadi sadar bahwa kotak tersebut berisi jimat yang menahan dirinya dari proses penuaan selama tiga ratus tahun, dan kotak itu telah kehilangan sihirnya. Dengan ketakutan, dia berlari ke tepi aliran air yang mengalir dari atas gunung, dan melihat bayangan dirinya yang terpantul di air itu adalah bayangan seseorang yang sangat tua.

    Dia kembali ke desa itu dengan ketakutan, dan tak ada satu orangpun yang mengenali dia sebagai anak muda yang kuat beberapa jam yang lalu. Dengan kelelahan, dia akhirnya mencapai tepi pantai, dimana dia duduk di atas sebuah batu dan memanggil penyu laut yang membawanya ke istana laut. Tetapi panggilannya sia-sia belaka, penyu itu tidak pernah muncul, dan akhirnya suaranya hilang di telan kematian.

    Sebelum kematiannya, orang-orang se-desa berkumpul di dekatnya dan mendengarkan ceritanya yang sangat aneh. Lama setelah kejadian itu, orang-orang desa menceritakan kepada anak-anaknya tentang seseorang yang sangat mencintai orangtuanya, meninggalkan istana bawah laut dan seorang Putri yang sangat cantik, dan orang itu bernama Urashima Taro.

    Cerita Dongeng: Urashima Taro dan Penyu Laut



    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Dongeng: Pulau Kakak-Beradik

    Cerita Dongeng Pulau Kakak-Beradik: Karena dianggap sudah cukup umur, Mina dan Lina dipanggil ibu mereka untuk membicarakan rencana perkawinan kakak-beradik itu.

     “Kalian sudah cukup dewasa. Sudah waktunya kalian membangun rumah tangga,” kata sang ibu.

     “Kami mau dikawinkan dengan satu syarat,” kata Mina dan Lina.

    “Apa syaratnya?”

     “Karena kami kakak-beradik, suami kami juga harus kakak-beradik.”

     Sang ibu tahu, itu adalah cara mereka menolak perkawinan. Menurut Mina dan Lina, perkawinan membuat orang kehilangan segala sesuatu yang mereka cintai: orang tua, teman, sanak-saudara, bahkan kampung halaman.

     Demikianlah, karena tak ada laki-laki kakak-beradik yang menyunting Mina dan Lina, mereka tak kunjung menikah. Waktu pun terus berlalu. Ibu Mina dan Lina meninggal karena usia yang semakin tua. Sepeninggal ibunya, gadis kakak-beradik itu tinggal bersama dengan paman mereka.

     Pada suatu hari, sekelompok bajak laut menculik Lina. Pemimpin bajak laut itu ingin memperistri Lina. Lina menolak dan meronta sekuat tenaga.

     Penculikan itu diketahui oleh Mina. Karena tak ingin terpisah dari adiknya, Mina bertekad menyusul Lina. Dengan perahu yang lebih kecil, Mina mengejar perahu penculik Lina. Teriakan orang sekampung tak dihiraukannya. Mina terus mengejar sampai tubuhnya tak kelihatan lagi.

     Tiba-tiba mendung datang. Tak lama kemudian hujan pun turun. Halilintar menggelegar, petir menyambar-nyambar. Orang-orang berlarian ke rumah masing-masing. Ombak bergulung-gulung. Menelan perahu penculik Lina, menelan Lina, menelan Mina, menelan semuanya.

     Ketika keadaan kembali normal, orang-orang dikejutkan oleh dua pulau yang tiba-tiba muncul di kejauhan. Mereka yakin, pulau itu adalah penjelmaan Mina dan Lina. Kedua pulau itu diberi nama Pulau Sekijang Bendera dan Sekijang Pelepah, tetapi kebanyakan orang menyebutnya Pulau Kakak-Beradik.

    (Dari ASEAN Folk Literature, diceritakan kembali oleh Prih Suharto, prih_suharto @yahoo. com)

    Cerita Dongeng: Pulau Kakak-Beradik


    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Dongeng: Cinderela

    Cerita Dongeng Cinderela: Di sebuah rumah, hiduplah seorang anak yang sangat cantik dan baik hati. Dia diberi nama Cinderela oleh kedua kakak tirinya. Kakak tiri Cindera itu sangat tidak suka dengan Cinderela. Tiap hari Cinderela selalu mendapatkan perlakuan yang kasar dari kedua kakak dan ibu trinya. Dia selalu disuruh mengerjakan semua pekerjaan rumah dan selalu dibentak-bentak.

    Hingga pada suatu hari, datanglah pegawai kerajaan ke rumah mereka. Pegawai kerajaan teresebut ternyata membawa undangan pesta dari sang raja. Kedua kakak dan ibu tiri Cinderala bersorak kegirangan. “Horeeee….. besok kita akan pergi ke Istana. Aku akan berdandan secantik mungkin, agar pangeran suka denganku”, teriak kedua kakak Cinderela. Mendengar teriakan kakak-kakaknya tersebut, lalu Cinderela meminta ijin pada ibu tirinya untuk ikut dalam pesta tersebut. Cinderela sangat sedih, karena ibu tiri dan kakak-kakak tirinya tidak mengijinkan dia ikut dalam acara itu. “Kamu mau pakai baju apa Cinderela? Apa kamu mau ke pesta dengan baju kumalmu itu?”, teriak kakaknya.

    Akhirnya waktu pelaksanaan pesta sudah tiba, semuanya sudah berdandan dengan cantik dan sudah siap berangkat. Cinderela hanya bias memandangi kakak dan ibu tirinya. Dia sangat sedih sekali,karena tidak dapat ikut dalam pesta itu. Dia hanya bisa menangis di dalam kamar dan membayangkan meriahnya pesta tersebut. “Andaikan aku bisa ikut dalam pesta itu, pasti aku akan senang sekali”, gumam Cindera. Tidak berapa lama setelah Cinderela berkata, tiba-tiba ada suara dari belakangnya. “Janganlah engkau menangis Cinderela”. Mendengar suara itu, lalu Cinderela berbalik. Ternyata dia melihat ada seorang peri yang sedang tersenyum padanya. “Kamu pasti bisa dating ke pesta itu Cinderela”, kata peri itu. “Bagaimana caranya? Aku tidak punya baju pesta dan saudara-saudaraku juga sudah berangkat.”, tanya Cinderela pada peri itu.

    “Tenanglah Cinderela, bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal kepadaku", kata peri itu. Setelah semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. "Sim salabim!" sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Cinderela pun disulap menjadi Putri yang sangat cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah dan sepatu kaca.

    "Cinderela, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam, jadi lamu harus pulang sebelum pukul dua belas”,kata peri itu. "Ya ibu peri. Terimakasih", jawab Cinderela. Setelah semuanya sudah siap, kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderela. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderela. "Cantik sekali putri itu! Putri dari negara mana ya ?" Tanya mereka.

    Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. "Putri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?" katanya. "Ya…," kata Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderela yang berada di situ tidak menyangka kalau putrid yang cantik itu adalah Cinderela. Pangeran terus berdansa dengan Cinderela. "Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini," kata sang Pangeran.

    Karena terlalu senag dan menikmati pesta itu, Cinderela lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali. "Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,". Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana. Di tengah jalan, Cinderela terjatuh dan sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderela tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran mengambil sepatu itu. "Aku akan mencarimu," katanya bertekad dalam hati. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh berpakaian tidak bagus lagi, ia amat bahagia karena bisa pergi pesta.

    Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. "Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini," kata para pengawal. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderela. "Hai kamu, cobalah sepatu ini," katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi marah," tidak akan cocok dengan anak ini!". Kemudian Cinderela menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. "Ah! Andalah Putri itu," seru pengawal gembira. "Iya akulah wanita yang dicari pangeran”,kata Cinderela. “Selamat Cinderela!” Mendengar kata itu, Cinderela lalu menoleh kebelakang, dan dilihatnya ibu peri sudah berada di belakangnya. "Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran di istana. Sim salabim!.," katanya peri tersebut.

    Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun yang sangat bagus. "Pengaruh sihir ini tidak akan hilang sampai kapanpun Cinderela”, kata sang peri. Cinderela kemudian dibawa oleh pengawal istana untuk bertemu dengan sang pangeran. Sesampainya di Istana, Pangeran sangat senang sekali,dan menyambut kedatangan Cinderela. Akhirnya Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia di dalam Istana.


    Dongeng "Cinderela" ini diceritakan kembali oleh kak Ghulam Pramudiana

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Dongeng: Aladin dan lampu ajaib

    Cerita Dongeng Aladin dan lampu ajaib: Aladin adalah seorang laki-laki yang berasal dari Negara Persia. Dia tinggal berdua dengan ibunya. Mereka hidup dalam kesederhanaan. Hingga pada suatu hari ada seorang laki-laki yang datang kerumah Aladin. Laki-laki itu berkata kalau dia adalah saudara laki-laki almarhum bapaknya yang sudah lama merantau ke Negara tetangga. Aladin dan ibunya sangat senang sekali, karena ternyata mereka masih memiliki saudara.

    “Malang sekali nasibmu saudaraku”, kata laki-laki itu kepada aladin dan ibunya. “Yang penting kita masih bisa makan,paman”, jawab Aladin. Karena merasa prihatin dengan keadaan saudaranya tersebut, maka laki-laki itu bermaksud untuk mengajak Aladin ke luar kota. Dengan seijin ibunya,lalu Aladin mengikuti pamannya pergi ke luar kota.

    Perjalanan yang mereka tempuh sangat jauh sekali, dan pamannya tidak mengijinkan Aladin untuk beristirahat. Saat Aladin meminta pamannya untuk berhenti sejenak, pamannya langsung memarahinya. Hingga akhirnya mereka sampai di suatu tempat di tengah hutan. Aladin lalu diperintahkan pamannya untuk mencari kayu bakar. “Nanti ya paman, Aladin mau istirahat dulu”, kata Aladin. Pamannya sangat marah setelah mendengar jawaban Aladin tersebut. “Berangkatlah sekarang, atau kusihir engkau menjadi katak”, teriak pamannya. Melihat pamannya sangat marah,lalu Aladin bergegas berangkat mencari kayu.

    Setelah mendapatkan kayu, pamannya lalu membuat api dan mengucapkan mantera. Aladin sangat terkejut sekali, karena setelah pamannya membacakan mantera, tiba-tiba tanah menjadi retak dan membentuk lubang. Aladin mulai bertanya pada dirinya sendiri, “Apakah dia benar pamanku? Atau dia hanya seorang penyihir yang ingin memanfaatkan aku saja?”

    “Aladin, turunlah kamu kelubang itu. Ambilkan aku lampu antic di dasar gua itu”, suruh pamannya. “AKu takut paman”, kata Aladin. Pamannya lalu memberikan cincin kepada Aladin. “Pakailah ini, cincin ini akan melindungimu”, kata pamannya. Kemudian Aladin mulai turun kebawah.

    Setelah sampai di bawah, Aladin sangat takjub dengan apa yang dia lihat. Di dasar gua tersebut Aladin menemukan pohon yang berbuahkan permata dan banyak sekali perhiasan. “Cepat kau bawa lampu antiknya padaku, Aladin. Jangan perdulikan yang lain”, teriak pamannya dari atas. Aladin lalu mengambil lampu antik itu, dan mulaimemanjat ke atas. Tetapi setelah hamper sampai di atas, Aladin melihat pintu gua sudah tertutup dan hanya terbuka sedikit. Aladin mulai berpikir kalau pamannya akan menjebaknya. “Cepat Aladin, lemparkan saja lampunya”, teriak pamannya. “Tidak, aku tidak akan memberikanlampu ini, sebelum aku sampai di atas”,jawab Aladin.

    Setelah berdebat, paman Aladin menjadi tidak sabar dan akhirnya "Brak!" pintu lubang ditutup, dan pamannya meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. Kini dia tau kalau sebenarnya laki-laki tersebut bukanlah pamannya, dan dia hanya diperalat oleh laki-laki itu. Aladin lalubmencari segala cara supaya dapat keluar dari gua, tetapi usahanya selalu sia-sia. "Aku sangat lapar, dan ingin bertemu ibuku, ya Tuhan, tolonglah hambamu ini !", ucap Aladin.

    Sambil berdoa, Aladin mengusap-usap lampu antik dan berpikir kenapa laki-laki penyihir itu ingin sekali memiliki lampu itu. Setelah digosok-gosok, tiba-tiba di sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. "Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan", saya adalah Jin penunggu lampu. Apa perintah tuan padaku?”, kata raksasa "Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah." "Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini", kata Jin lampu. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. "Kalau tuan memerlukan saya, panggillah saya dengan menggosok lampu itu".

    Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. "Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?", kata Ibu Aladin. “Ini adalah lampu ajaib Bu!”, jawab Aladin. Karena ibunya tidak percaya, maka Aladin lalu menggosok lampu itu. Dan setelah Jin lampu keluar, Aladin meminta untuk disiapkan makanan yang enak-enak. Taklama kemudian ibunya terkejur,karena hidangan yang sangat lezat sudah tersedia di depan mata.

    Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. "Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya". Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. "Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku." Raja amat senang. "Wah..., anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku". Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta Jin lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian jin lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. "Tuan, ini Istananya". Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. "Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?", Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.

    Tidak disangka, ternyata si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, "tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !". Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan jin lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.

    Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut karena istananya hilang. Aladin lalu teringat dengan cincin pemberian laki-laki penyihir. Digosoknya cincin tersebut, dan keluarlah Jin cincin. Aladin bertanya kepada Jin cincin tentang apa yang sudah terjadi dengan istananya. Jin Cincin kemudian menceritakan semuanya kepada Aladin. "Kalau begitu tolong bawakan istana dan istriku kembali lagi kepadaku”, seru Aladin. "Maaf Tuan, kekuatan saya tidaklah sebesar Jin lampu," kata Jin cincin. "Kalau begitu, Tolong Antarkan aku ke tempat penyihir itu. Aku akan ambil sendiri", seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. Putri lalu bilang kalau penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum Bir. Setelah mengetahui kalau penyihir itu tidur, maka Aladin menyelinap ke dalam kamar laki-laki penyihir tersebut.

    Setelah berhasil masuk dalam kamar, Aladin lalu mengambil lampu ajaibnya yang penyihir dan segera menggosoknya. "Singkirkan penjahat ini", seru Aladin kepada Jin lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi Jin lampu langsung membanting penyihir itu dan melemparkan ke luar istana. "Terima kasih Jin lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke tempatnya semula". Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.

    Dongeng "Aladin dan lampu ajaib" ini diceritakan kembali oleh kak Ghulam Pramudiana

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :